PEACE PREVAILS

May peace prevails upon all beings on the earth and beyond. You may scroll down to browse the contents of this blog.

Thursday, 24 November 2011

KEBUN KATA DAN RUPA DI CENANG

Berkebun kata
Cenang bakal dikenang, bukan kerana terlampau banyak aksi tayang, tapi kerana Bicara dan Bengkel Seni anjuran LAVAA (Langkawi Artists Visual Art Association) pada 18 dan 19 November lepas. Saya dijemput jadi fasilitator, bersama seniman otai Langkawi, Salleh Dawam. Terima kasih la LAVAA, sudi jemput saya berkebun kata dan rupa. Anda semua memang lawa-lawa belaka di hati saya.

Bersama Salleh Dawam. Satu penghormatan.
Dua orang kuat LAVAA, Khairuddin dan Azizi
Saya kongsi ya, kalau tak setuju takpa, tolak je elok-elok ke tepi.

LAVAA ada banyak potensi. Saya doakan. Saya tanam ilmu, moga-moga dapat berbuah jadi ilmu yang mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat. Terima kasih bagi saya peluang tanam saham. Saham dalam bentuk wang-ringgit saya tak bijak bermain. Duit pun Allah bagi saya dalam bentuk yang sangat sederhana, Alhamdulillah. Tapi saya syukur tak terhingga kerana kaya dengan persahabatan. Doa sahabat adalah rezeki paling 'rock' sekali.

Dalam bulatan ilmu. Moga cahayanya bergema.
Alone (kiri sekali) bekas anak murid di UNIMAS bersama para peserta yang lain. Adik yang tengah tu, saya dah lupa nama, tapi bondanya datang jumpa saya ucap terima kasih selepas bengkel. Nazri yang paling kanan juga antara seniman tegar di Langkawi.
Khairuddin (yang sedang bercakap).....angkara dialah yang dijadikan sebab oleh Allah membawa saya ke Cenang, Langkawi.
Kak Zu, sedara dekat saya, yang lama dah tak jumpa. Ditakdirkan, jumpa semula dalam Bengkel ni. Rezeki Allah.
Dua orang penting. Mel (sebelah kiri) amat berbakat dan sekarang ni pelukis sepenuh masa yang berkarya di Kompleks Kraftangan Langkawi. Mr. Lim (rasanya itu nama dia) adalah pemilik sebuah galeri di Kuah, juga melukis, selain dari memiliki kedai cermin mata.

Saya kongsi ilmu tentang tenaga kreatif dari frekuensi cahaya alam. Pintunya niat, kuncinya, jika orang Islam, pada syahadah, jalannya pada tutur (zikir), pembawanya adalah pernafasan. Penzahirannya pula adalah 7 warna jasad batin dan jasad fizikal.

Kita adalah penyerap dan pemantul tenaga. Kita adalah sebahagian dari cahaya. Kita adalah cahaya. Sebagai orang Islam, pancarkan cahaya iman, insyaAllah. Pancarkan menerusi apa jua yang kita zahirkan, termasuklah karya seni.  Kalau menerusi karya seni, kita pancar menerusi warna, menerusi garisan, menerusi rupa, menerusi bentuk, jalinan, ruang dan permainan terang gelap. Pancaran fizikal elemen ini hanyalah bayang pada cahaya batin kita.






Saya tulis 'orang putih' sat, (tak payahlah nak mendabik-dabik semangat kebangsaan depan saya. Lebih molek ambil semangat kemanusiaan dan kesejagatan).


"Colors are energies that come in a range of frequencies measured in angstrom unit. The frequencies we called colors are only a small a part of 'emf' or electro-magnetic field. The energy comes from the sun light. Colors are a part of the phenomena of light. Light is energy. It vibrates, radiates in waves (and particle forms simultaneously). There are higher energy (halus) and lower energy (kasar), seen as a range (in Islamic tradition, referred to as tingkatan or stages or levels). Higher energy encompasses our mind and feeling (mental and emotional state), lower energy is read as our physical experience and reality. Even higher energy can now be measured and quantified (brain wave). But there are even much higher (halus) energy (light) beyond mind and emotion, according to several spiritual traditions. We are a part of the phenomena of light. Heck, we are light! Unfortunately most are veiled (dihijab) or like Buddha used to say, sleeping. We need to be awakened, unveiled and 'enLIGHTened! The pre-requisite is to dissolve that thing called ego (illusion of self), the key is breathing. It balances our frequencies, radiates our colors."



"Each and everyone of us emits and absorbs energies all the time. They can be stable, or unstable, or fluctuating up and down"

"Colors are just a small fraction of the electro-magnectic frequencies (emf) or energy emitted by the Sun. They represent a small fraction of what we assume as 'reality'. We need to experiencing a 'reality check'."

"Stabilize our (colors) frequencies, our energy, emit healing light. The key is breathing. Set our intention, affirm by uttering. Let lose, let the energy flows within. Less thinking and rationalizing, more intuition and raw instinct. Improvise."

"We  absorb and emit energies through our body parts and through our chosen extended medium. What are we absorbing and emitting?"

"All the improvised lines and visual markings are shadows or reflections of our own state of energy/frequency. What is the raw state of our energy? Our patterns? Are they flowing, broken in parts? Whole? Fragmented? Heavy? Light? Sure? Uncertain? Fluctuating? Stable? Monotonous? Diverse? Strong? Weak? Aggressive? Soft? As visual artists, we see these in all the lines and other markings that we put on a surface. What are we looking at?"

"All the time, the 'reality' around us is showing us a portrait of ourselves, as transmitted or visualized through lines, shapes, and all forms of markings. We are witnessing 'an experience of what is assume as reality by .........(our name)"

"Again, set up your intention, affirm by uttering and let go. Let the universe do its job."

Itulah serba sedikit dapat dirakam, selebihnya kena ikut serta saya berkebun lagi pada masa akan datang, jika ada rezeki. InsyaAllah.



Paling indah adalah bengkel terbuka di Pantai Cenang. Alam berbicara dengan kita. Kita boleh dengar, jika kita diamkan minda ke'aku'an yang bising itu, dan redakan rasa ke'aku'an yang berkocak. Akal dan rasa hanyalah jalan, bukan destinasi. Saya menyerap dan memantul cahaya alam di Cenang, bersama isteri, anak-anak dan kawan-kawan. Kami semua 'hilang'kan diri untuk meresap masuk dalam fitrah serta kehebatan cahaya penciptaan alam. Kami berkebun rupa, menanam cahaya, menzahirkannya dalam karya. 

Kami menjadi satu dalam kesatuan ikatan persahabatan simfoni pantai Cenang.


Ada lagi gambar di
https://www.facebook.com/home.php?ref=hp#!/media/set/?set=a.238577439519408.58500.100001014620306&type=3

2 comments:

  1. When is your next workshop? Please can I join - looking great from the photographs - Salam

    ReplyDelete
  2. InsyaAllah, next time I'll inform Kak Normah.

    ReplyDelete